Residivis: Pengertian, Dampak, dan Penanganan

Residivis: Pengertian, Dampak, dan Penanganan

Oleh Prof. Dr. Jansen Lim, M.A., Ph.D., Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia, peraih Penghargaan Riset Terbaik dari LIPI dan Ahli Kehormatan di ASEAN Institute for Crime and Justice Research


Residivis: Pengertian dan Dampaknya By residivis itu apa Posted on Tue, 18 June 2024

Residivis, secara sederhana, merujuk pada pelaku tindak pidana yang mengulangi kejahatan setelah pernah menjalani hukuman atau menjalani suatu proses peradilan pidana. Istilah residivis sering dikaitkan dengan pelanggaran pidana yang serius, seperti kekerasan, pencurian, dan kejahatan narkotika. Dampak residivisme sangat luas dan merugikan. Bagi korban, residivisme dapat menyebabkan kerugian materiil, fisik, dan psikis yang tidak terukur. Bagi masyarakat, residivisme memperburuk keamanan dan ketertiban, serta merugikan perekonomian dengan menciptakan pengeluaran tambahan untuk biaya penegakan hukum, peradilan, dan rehabilitasi.


Penyebab Residivisme

Penyebab Residivisme

Penyebab residivisme sangat kompleks dan multifaktorial. Beberapa faktor risiko yang teridentifikasi meliputi: Riwayat Kriminal Awal: Pelaku dengan riwayat kriminal sebelum mencapai usia 18 tahun memiliki kemungkinan lebih besar menjadi residivis. Gangguan Mental: Gangguan mental, seperti gangguan kepribadian antisocial, dapat mempersulit individu untuk menyesuaikan diri dengan norma sosial dan hukum. Trauma Masa Kecil: Pengalaman traumatis di masa kanak-kanak, seperti pelecehan atau penelantaran, dapat meningkatkan risiko residivisme. Penyalahgunaan Zat: Penyalahgunaan zat, terutama alkohol dan narkotika, dapat mengganggu pengambilan keputusan rasional dan meningkatkan perilaku impulsif. Pengaruh Lingkungan: Lingkungan sosial, seperti kemiskinan, pengangguran, dan paparan kekerasan, dapat berkontribusi pada residivisme.

Penanganan Residivisme

Penanganan Residivisme

Penanganan residivisme memerlukan pendekatan komprehensif dan holistik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Beberapa strategi utama meliputi:

1. Pencegahan

Meningkatkan program pendidikan dan kesadaran tentang konsekuensi residivisme. Memberikan intervensi dini untuk individu berisiko tinggi. Mendukung keluarga dan lingkungan sosial yang protektif.

2. Intervensi

Menilai risiko residivisme menggunakan alat asesmen terstandarisasi. Menyediakan program rehabilitasi yang berfokus pada perubahan perilaku, pengelolaan kemarahan, dan keterampilan sosial. Memfasilitasi reintegrasi ke masyarakat melalui layanan dukungan pasca-pembebasan.

3. Hukuman

Memperberat sanksi bagi residivis untuk memberikan efek jera. Menyediakan layanan kesehatan mental dan perawatan kecanduan di lembaga pemasyarakatan. Mendesain program pembebasan bersyarat yang berfokus pada pengawasan dan bimbingan.

Cara Menghindari Residivisme

Cara Menghindari Residivisme

Bagi pelaku yang ingin menghindari residivisme, beberapa tips berikut dapat diterapkan: 1. Mengakui masalah dan mencari bantuan. 2. Berkomitmen pada perawatan dan rehabilitasi. 3. Menjalin hubungan sosial yang positif. 4. Menghindari situasi berisiko tinggi. 5. Memanfaatkan layanan dukungan pasca-pembebasan. 6. Memperoleh keterampilan kerja dan pendidikan.

Tabel 1: Faktor Risiko Residivisme

Tabel 1: Faktor Risiko Residivisme

| Faktor Risiko | Presentase | Referensi | |---|---|---| | Riwayat Kriminal Awal | 60-80% | Bureau of Justice Statistics (2018) | | Gangguan Mental | 20-40% | National Institute of Mental Health (2019) | | Trauma Masa Kecil | 25-50% | Centers for Disease Control and Prevention (2021) | | Penyalahgunaan Zat | 50-70% | Substance Abuse and Mental Health Services Administration (2020) | | Pengaruh Lingkungan | 20-40% | University of Chicago Crime Lab (2017) |

Tabel 2: Strategi Pencegahan Residivisme

Tabel 2: Strategi Pencegahan Residivisme

| Strategi Pencegahan | Manfaat | Referensi | |---|---|---| | Pendidikan dan Kesadaran | Menurunkan norma-norma sosial yang mendukung kejahatan | National Crime Prevention Council (2016) | | Intervensi Dini | Mencegah individu berisiko tinggi melakukan kejahatan | American Psychological Association (2019) | | Dukungan Keluarga dan Lingkungan | Memberikan lingkungan yang protektif dan mendukung | National Council on Family Relations (2017) |

Manfaat Bagi Pengguna

Manfaat Bagi Pengguna

Artikel ini memberikan sejumlah manfaat bagi pengguna, di antaranya: 1. Pemahaman yang komprehensif tentang definisi, dampak, dan penyebab residivisme. 2. Wawasan tentang strategi penanganan residivisme yang efektif. 3. Tips praktis untuk pelaku yang ingin menghindari residivisme. 4. Tabel dan daftar yang berguna untuk merangkum informasi penting. 5. Sumber dan data yang dikutip dari organisasi otoritatif. 6. Arahkan pembaca ke organisasi dan layanan dukungan untuk mendapatkan bantuan.

FAQ

FAQ

1. Apa perbedaan antara residivis dan penjahat kebiasaan? Jawab: Residivis adalah pelaku yang mengulangi kejahatan setelah menjalani hukuman atau proses peradilan pidana. Penjahat kebiasaan adalah pelaku yang melakukan banyak kejahatan dalam jangka waktu tertentu, belum tentu setelah menjalani hukuman. 2. Apakah semua residivis berbahaya? Jawab: Tidak. Tingkat risiko residivisme bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti jenis kejahatan, usia, dan riwayat kriminal. Tidak semua residivis berbahaya, tetapi mereka yang memiliki risiko tinggi harus diawasi dengan cermat. 3. Apa saja jenis hukuman untuk residivis? Jawab: Hukuman untuk residivis dapat bervariasi tergantung pada yurisdiksi dan jenis kejahatan. Sanksi umum termasuk hukuman penjara yang lebih berat, masa percobaan yang lebih ketat, dan pembatasan kebebasan bersyarat. 4. Bisakah residivisme disembuhkan? Jawab: Tidak ada pengobatan pasti untuk residivisme. Namun, intervensi yang efektif dapat mengurangi risiko residivisme dan membantu individu untuk hidup produktif dan bebas dari kejahatan. 5. Bagaimana saya bisa mendapatkan bantuan jika saya khawatir tentang seseorang yang berisiko residivisme? Jawab: Jika Anda khawatir tentang seseorang yang berisiko residivisme, Anda dapat menghubungi organisasi berikut untuk mendapatkan bantuan dan sumber daya: National Reentry Resource Center National Crime Prevention Council The Council of State Governments Justice Center

Expertise_normal_indonesia

Sale Price:IDR 25,000.00 Original Price:IDR 50,000.00
sale
Quantity:
Add To Cart
5/5 - (863 votes)

Posting pesan

Alamat email yang diperlukan untuk mengirim pesan tidak akan dipublikasikan. Bidang yang wajib diisi ditandai *